Pengalaman Mengurus Paspor dan Visa ke Eropa

Paspor dan visa merupakan hal yang sangat penting ketika bepergian ke luar negeri. Keduanya merupakan dokumen penting yang harus diurus sehingga perjalanan ke luar negeri menjadi aman terkendali. Banyak yang bertanya-tanya terkait dengan Bagaimana cara mengurus paspor atau visa ke Eropa. Pada dasarnya paspor dan visa merupakan dua dokumen yang berbeda. Mungkin bagi orang yang biasa mau pergi ke luar negeri sudah tidak asing lagi dengan dua dokumen ini, tapi lain halnya dengan orang awam atau yang baru pertama kali pergi ke luar negeri. Meskipun 2 dokumen tersebut berbeda tetapi tidak bisa dipisahkan satu sama lain karena merupakan syarat yang sangat penting ketika akan berkunjung ke negara lain. Salah satu negara yang sangat menarik untuk dikunjungi adalah Eropa karena ada berbagai wisata yang menakjubkan dan menjadi daya tarik dunia.

Perbedaan Visa Dan Paspor

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa kedua dokumen ini merupakan dua hal yang berbeda sehingga fungsinya pun berbeda. Paspor merupakan dokumen yang dikeluarkan oleh instansi tertentu yang berwenang pada suatu negara, dimana dokumen tersebut bersifat resmi yang isinya adalah identitas dari pemilik yang digunakan untuk melakukan perjalanan ke berbagai negara. Instansi yang berwenang tersebut adalah Kantor Imigrasi maupun pejabat perwakilan Indonesia di luar negeri. Wujud paspor adalah buku kecil yang isinya biodata pemilik, yang mana paspor tersebut terdapat masa berlaku. Pada paspor terdapat halaman kosong yang digunakan untuk keperluan membuat visa.

Visa merupakan dokumen yang bersifat resmi dan dikeluarkan oleh negara cara melalui perwakilan yang ada di negara tersebut. Visa dibuat sebagai tanda perizinan diperbolehkannya seseorang yang merupakan warga asing masuk dan menetap pada wilayah negara yang bersangkutan. Hal ini tentu disesuaikan dengan jangka waktu yang telah ditetapkan serta tujuan. Pada dasarnya visa memiliki masa berlaku mulai dari hari sampai bulan, tergantung keperluan dan jenis visanya. Ini terjadi karena ada berbagai macam tipe visa bahkan bisa sampai ratusan jumlahnya.

Cara Mengurus Visa Ke Eropa

Bagi orang-orang yang melakukan perjalanan ke Eropa tentu akan bertanya-tanya terkait dengan cara mengurus visa. Tidak bisa dipungkiri bahwa mengurus bisa merupakan salah satu bagian yang cukup sulit ketika melakukan perjalanan ke Eropa. Ada banyak yang tidak paham apakah harus tiket pesawat terlebih dahulu atau pun visa. Visa yang dibutuhkan untuk bepergian ke Eropa adalah Schengen Visa. Ada beberapa jenis pisau yang bisa diminta seperti halnya visa turis, visa bisnis, dan visa transit. Apabila tujuan utamanya adalah jalan-jalan maka yang harus diminta adalah jenis visa turis.

Ketika akan mengurus visa maka ada beberapa hal yang harus disiapkan. Persyaratan umum yang biasanya menjadi ketentuan adalah formulir permohonan Visa, paspor aktif, pas foto formal, fotokopi identitas, travel Insurance, fotokopi rekening tabungan, bikin surat keterangan kerja bagi yang bekerja di kantor yang menyatakan bahwa sudah memberikan izin cuti. Apabila bukan karyawan kantor maka perlu ada surat profesi untuk dilampirkan. Dokumen lainnya yang perlu dipersiapkan adalah bukti booking pesawat untuk pulang pergi Eropa, dan bukti booking hotel selama di Eropa.

Apabila memasukkan berkas ke VFS merupakan perusahaan agen resmi untuk melayani aplikasi visa, maka hanya akan dilakukan terkait kelengkapan dokumen. Jika dokumen sudah lengkap maka aplikasi bisa langsung diproses. Namun apabila pengajuan dokumen langsung pada kedutaan negara Schengen, maka akan ada beberapa pertanyaan atau interview yang perlu dijawab. Beberapa pertanyaan yang biasanya ditujukan adalah tujuan pergi ke Eropa, siapa saja yang ikut, dan ada atau tidak saudara di Eropa. Untuk lamanya proses visa ini sebenarnya tidak bisa dipastikan karena berkisar antara lima hari kerja sampai 2 minggu.

Apabila Permohonan Visa Ditolak

Apabila dokumen serta paspor yang telah disabled kemudian dikembalikan setelah seminggu atau disampaikan bahwa permohonan tersebut ditolak, maka bisa melakukan apply ulang pada 30 hari mendatang. Untuk alasan ditolaknya permohonan visa tersebut biasanya tidak dijelaskan sehingga harus diperkirakan sendiri. Jika permohonan visa ditolak maka harus siap dengan resiko tiket pesawat maupun Hotel booking yang hangus karena begitulah risiko dari proses permohonan Visa. Dengan demikian maka sebaiknya melakukan apply visa jauh sebelum pemberangkatan ke Eropa.

Itulah pengalaman ketika membuat paspor dan visa ke Eropa. Ada banyak hal baru yang didapatkan dan menjadi pelajaran sehingga mendapatkan wawasan baru terkait dengan mengurus dokumen ketika akan pergi ke negara lain.

Share